Incoterms dalam Pengiriman Internasional: Memahami Pembagian Tanggung Jawab antara Penjual dan Pembeli

Incoterms dalam Pengiriman Internasional: Memahami Pembagian Tanggung Jawab antara Penjual dan Pembeli

23 Sep 2026 Nurul Falia Sasya Billa 46 views
Teknologi Logistik

Dalam perdagangan internasional, proses pengiriman barang melibatkan banyak tahapan, mulai dari pengemasan, transportasi, proses ekspor dan impor, hingga barang diterima oleh pembeli. Setiap tahapan tersebut memiliki biaya, tanggung jawab, dan risiko yang perlu dibagi secara jelas antara penjual dan pembeli.

Untuk membantu mengatur pembagian tersebut, perdagangan internasional menggunakan Incoterms. Pemahaman terhadap Incoterms penting agar kedua pihak mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap biaya dan risiko selama perjalanan barang.


Apa Itu Incoterms?
Incoterms (International Commercial Terms)
adalah seperangkat aturan yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) untuk menjelaskan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan barang. Incoterms digunakan dalam kesepakatan jual beli untuk memperjelas pihak yang bertanggung jawab terhadap proses tertentu selama pengiriman. Namun, Incoterms bukan kontrak jual beli secara keseluruhan. Aturan ini tidak menentukan harga barang, metode pembayaran, pengalihan kepemilikan, maupun penyelesaian sengketa. Hal-hal tersebut tetap perlu diatur dalam kontrak antara penjual dan pembeli.


Mengapa Incoterms Penting dalam Logistik?
Dalam pengiriman internasional, berbagai biaya dan risiko dapat muncul selama perjalanan barang. Tanpa pembagian yang jelas, penjual dan pembeli dapat memiliki pemahaman berbeda mengenai pihak yang harus menanggung suatu kewajiban.

Misalnya, ketika barang mengalami kerusakan dalam perjalanan, kedua pihak perlu mengetahui kapan risiko barang berpindah dari penjual kepada pembeli. Incoterms membantu memperjelas beberapa hal, seperti:

  • Pihak yang mengatur transportasi.
  • Pihak yang membayar biaya pengiriman.
  • Tanggung jawab dalam proses ekspor dan impor.
  • Pengaturan asuransi pada ketentuan tertentu.
  • Lokasi penyerahan barang.
  • Titik perpindahan risiko.

Dengan demikian, Incoterms dapat membantu koordinasi antara penjual, pembeli, carrier, dan penyedia jasa logistik.


Mengenal Incoterms 2020
Versi Incoterms yang berlaku saat ini adalah Incoterms 2020. Terdapat 11 istilah yang dibagi menjadi dua kelompok.

Untuk semua moda transportasi terdapat:

  • EXW (Ex Works)
  • FCA (Free Carrier)
  • CPT (Carriage Paid To)
  • CIP (Carriage and Insurance Paid To)
  • DAP (Delivered at Place)
  • DPU (Delivered at Place Unloaded)
  • DDP (Delivered Duty Paid)

Sementara untuk transportasi laut dan perairan pedalaman terdapat:

  • FAS (Free Alongside Ship)
  • FOB (Free On Board)
  • CFR (Cost and Freight)
  • CIF (Cost, Insurance and Freight)

Setiap istilah memiliki pembagian tanggung jawab dan risiko yang berbeda sehingga perlu dipilih sesuai kondisi transaksi.


Bagaimana Incoterms Membagi Tanggung Jawab?
Salah satu fungsi utama Incoterms adalah menentukan pihak yang bertanggung jawab terhadap tahapan tertentu dalam perjalanan barang. Sebagai contoh, pada EXW, tanggung jawab penjual relatif terbatas karena penjual menyediakan barang di lokasi yang telah disepakati. Setelah itu, sebagian besar proses menjadi tanggung jawab pembeli.

Sementara itu, pada DDP, tanggung jawab penjual jauh lebih besar. Penjual mengatur pengiriman hingga tempat tujuan dan menangani formalitas ekspor maupun impor serta kewajiban yang menjadi tanggung jawab penjual berdasarkan ketentuan tersebut. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemilihan Incoterms dapat memengaruhi biaya dan pekerjaan yang harus dilakukan masing-masing pihak.


Biaya dan Risiko Tidak Selalu Berpindah Bersamaan
Hal penting yang perlu dipahami adalah pihak yang membayar biaya transportasi tidak selalu menjadi pihak yang menanggung risiko barang pada titik yang sama. Pada beberapa Incoterms, penjual dapat membayar biaya transportasi hingga lokasi tertentu, sementara risiko barang sudah berpindah kepada pembeli pada titik penyerahan yang ditentukan. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengetahui siapa yang membayar ongkos pengiriman. Titik perpindahan risiko juga harus dipahami dengan jelas.


Beberapa Incoterms yang Sering Digunakan

EXW
Ex Works (EXW)
memberikan tanggung jawab yang relatif besar kepada pembeli. Penjual menyediakan barang di lokasi yang disepakati, kemudian pembeli mengatur proses pengangkutan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
FOB
Free On Board (FOB)
digunakan untuk transportasi laut atau perairan pedalaman. Penjual bertanggung jawab hingga barang dimuat ke atas kapal sesuai ketentuan. Setelah titik tersebut, risiko beralih kepada pembeli.
CIF
Cost, Insurance and Freight (CIF)
juga digunakan untuk transportasi laut atau perairan pedalaman. Penjual mengatur dan membayar biaya transportasi serta menyediakan asuransi sesuai persyaratan Incoterms sampai pelabuhan tujuan yang disepakati. Namun, perpindahan risiko terjadi pada titik yang ditentukan dalam aturan tersebut, bukan saat barang tiba di tujuan.
DAP
Delivered at Place (DAP)
membuat penjual bertanggung jawab mengatur pengiriman hingga barang tersedia di tempat tujuan yang disepakati dan siap dibongkar. Pembeli menangani proses yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk formalitas impor.
DDP
Delivered Duty Paid (DDP)
memberikan tanggung jawab besar kepada penjual. Penjual mengatur pengiriman hingga tempat tujuan dan menangani formalitas ekspor serta impor sesuai ketentuan Incoterms.


Bagaimana Memilih Incoterms yang Tepat?
Tidak ada satu Incoterm yang cocok untuk semua transaksi. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi perdagangan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah jenis transportasi, kemampuan mengelola logistik, biaya, risiko, serta regulasi negara tujuan.

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kemampuan masing-masing pihak. Jika pembeli memiliki jaringan logistik yang kuat, skema dengan tanggung jawab pembeli yang lebih besar mungkin dapat dipertimbangkan. Sebaliknya, jika pembeli tidak memiliki kemampuan menangani proses impor atau transportasi, skema dengan tanggung jawab penjual yang lebih besar dapat menjadi pilihan.


Kesalahan yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan adalah mencantumkan Incoterms tanpa lokasi yang jelas. Istilah seperti DAP atau DDP sebaiknya disertai tempat tujuan yang telah disepakati agar tanggung jawab kedua pihak lebih mudah dipahami.

Perusahaan juga sebaiknya tidak memilih Incoterms hanya karena istilah tersebut sering digunakan. Setiap transaksi memiliki kondisi yang berbeda.

Selain itu, perlu diingat bahwa Incoterms tidak mengatur seluruh aspek transaksi. Harga, metode pembayaran, pengalihan kepemilikan, dan penyelesaian sengketa tetap perlu dituangkan dalam kontrak.


Kesimpulan
Incoterms membantu penjual dan pembeli memahami pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko dalam perdagangan internasional. Dengan aturan yang jelas, kedua pihak dapat mengetahui siapa yang mengatur transportasi, proses ekspor dan impor, serta kapan risiko barang berpindah.

Pemilihan Incoterms sebaiknya dilakukan berdasarkan jenis transportasi, biaya, kemampuan logistik, risiko, dan ketentuan negara tujuan. Incoterms juga perlu dicantumkan secara jelas dalam kontrak beserta lokasi yang disepakati.

Dengan pemahaman yang tepat, penggunaan Incoterms dapat membantu perusahaan menciptakan proses pengiriman internasional yang lebih terstruktur, efisien, dan minim kesalahpahaman.

Tags:

logistik pengiriman trik tips promo

Artikel Terbaru & Favorit